Sunday, 19 July 2015

Memburu BAHAGIA

As salamualaikum wr wb anak-anakku,

Setiap kali kaki melangkah
Setiap kali nafas dihela
Kita pemburu BAHAGIA

Siapapun yang berakal
Siapapun yang menadah tangan ke langit
Kita pemburu BAHAGIA

Di mana langit dijunjung
Di mana rumput dipijak
Kita pemburu BAHAGIA

Dalam kita memburu
kita alpa
kita leka
kerana BAHAGIA
di dalam jiwa
di dalam hati
di dalam naluri
di dalam nadi

Tak perlu kita
memburu BAHAGIA
kerana kita kan pasti BAHAGIA
pabila kita mencintai
SIAPA YANG MENCIPTA KITA.





Tuesday, 30 June 2015

Kelebihan Surah Ar Rahman (55)

Keutamaan Surat Ar Rahman

1. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187).

2. Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân’, ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu (tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jangan tinggalkan membaca surat Ar-Rahman, bangunlah malam bersamanya, surat ini tidak menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhannya bersamanya pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling indah, dan baunya paling harum. Pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang berdiri di hadapan Allah yang lebih dekat dengan-Nya daripadanya. Pada saat itu Allah berfirman padanya: Siapakah orang yang sering bangun malam bersamamu saat di dunia dan tekun membacamu. Ia menjawab: Ya Rabbi, fulan bin fulan, lalu wajah mereka menjadi putih, dan ia berkata kepada mereka: Berilah syafaat orang-orang yang mencintai kalian, kemudian mereka memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalu ia berkata kepada mereka: Masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

Friday, 15 May 2015

Membersih Hati

Assalamualaikum warah matullah hiwabarakatuh

Lama juga ummi tidak menulis disini. Sebenarnya ummi sedang memujuk agar hati ini tidak membenci. Mahu menggantikan BENCI dengan SAYANG.

Aduh, susahnya kerana dalam kalbu ini ada saja titik hitam yang sukar dibersihkan. Lalu ummi mencari jawapannya.

Antara yang ummi perolehi ialah :

Rasulullah SAW, bersabda dalam riwayat lain:“Ali bin Abi Thalib r.a. menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Tiada satu hati pun kecuali memiliki awan seperti awan menutupi bulan. Walaupun bulan bercahaya, tetapi karena hatinya ditutup oleh awan, ia menjadi gelap. Ketika awannya menyingkir, ia pun kembali bersinar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini memberi ilustrasi yang sangat indah. Hati manusia sesungguhnya bersih atau bersinar, namun suka tertutupi oleh awan kemaksiatan hingga sinarnya menjadi tidak tampak. Oleh sebab itu, kita harus berusaha menghilangkan awan yang menutupi cahaya hati kita. Bagaimana caranya?

1. Introspeksi Diri
Introspeksi diri dalam bahasa arab disebut Muhasabatun Nafsi, artinya mengidentifikasi apa saja penyakit hati kita. Semua orang akan tahu apa sebenarnya penyakit qalbu (hati) yang dideritanya itu. (QS 59:18)

2. Perbaiki Diri
Perbaiki diri dalam bahasa populer disebut taubat. Ini merupaka tindak lanjut dari introspeksi diri. Ketika melakukan introspeksi diri, kita kan menemukan kekurangan atau kelemahan diri kita. Nah kekurangan-kekurangan tersebut harus kita perbaiki secara bertahap. Alangkah rugi kalau kita hanya pandai mengidentifikasi kelemahan diri tapi tidak memperbaikinya. (QS 66:8)

3. Tadabbur Al Qur’an
Tadabbur Al Qur’an artinya menelaah isi al Qur’an, lalu menghayati dan mengamalkannya. Hati itu bagaikan tanaman yang harus dirawat dan dipupuk. Nah, di antara pupuk hati adalah tadabbur Qur’an. Allah menyebutkan orang-orang yang tidak mau mentadabburi Qur’an sebagai orang yang tertutup hatinya. Artinya, kalau hati kita ingin terbuka dan bersinar, maka tadabbur Qur’an. (QS 47:24)

4. Menjaga Kelangsungan Amal Soleh
Amal shaleh adalah setiap ucapan atau perbuatan yang dicintai dan diridhoi Allah SWT. Apabila kita ingin memiliki hati yang bening, jagalah keberlangsungan amal saleh sekecil apapun amal tersebut. Misalnya, kalau kita suka rawatib, lakukan terus sesibuk apapun, kalau biasa pergi ke majelis ta’lim, kerjakan terus walau pekerjaan kita menumpuk.
Rasulullah SAW bersabda, “Beramallah semaksimal yang kamu mampu, karena Alloh tidak akan bosan sebelum kamu bosan, dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinyu (terus-menerus) walaupun sedikit.” (HR. Bukhari)

5. Mengisi Waktu dengan Dzikir
Dzikir adalah ingat atau mengingat. Dzikrulloh artinya selalu mengingat Allah. Ditinjau dari segi bentuknya, ada dua macam dzikir. Pertama, Dzikir Lisan artinya ingat kepada Allah dengan melafadzkan ucapan-ucapan dzikir seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa Ilaaha ilallah, dll. Kedua Dzikir Amali artinya dzikir (ingat) kepada Allah dalam bentuk penerapan ajaran-ajaran Allah SWT dalam kehidupan. Misalnya jujur dalam bisnis, tekun saat bekerja, dll. Hati akan bening kalau hidup selalu diisi dengan dzikir lisan dan dzikir amali. (QS 33:41-42, QS 2:152)

6. Bergaul dengan Orang-orang Soleh
Lingkungan akan mempengaruhi perilaku seseorang. Karena itu, kebeningan hati erat juga kaitannya dengan siapakah yang menjadi sahabat-sahabat kita. Kalau kita bersahabat dengan orang yang jujur, amanah, taat pada perintah Allah, tekun bekerja, semangat dalam belajar, dll, diharapkan kita akan terkondisikan dalam atmosfir (suasana) kebaikan. Sebaliknya, kalau kita bergaul dengan orang pendendam, pembohong, pengkhianat, lalai akan ajaran-ajaran Allah SWT, dikhawatirkan kita pun akan terseret arus kemaksiatan tersebut. Karena Allah SWT mengingatkan agar kita bergaul dengan orang-orang shaleh seperti dikemukakan dalam QS 18:28.

7. Berbagi dengan Fakir, Miskin, dan Yatim
Berbagi cinta dan ceria dengan saudara-saudara kita yang fakir, miskin, dan yatim merupakan cara yang sangat efektif untuk meraih kebeningan hati, sebab dengan bergaul bersama mereka kita akan merasakan penderitaan orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Abu Hurairah r.a. bercerita bahwa seseorang melaporkan kepada Rasulullah SAW tentang kegersangan hati yang dialaminya. Beliau SAW menegaskan, “Bila engkau mau melunakkan (menghidupkan) hatimu, beri makanlah orang-orang miskin dan sayangi anak-anak yatim.” (HR. Ahmad)

8. Mengingat Mati
Modal utama manusia adalah umur. Umur merupakan bahan bakar untuk mengurangi kehidupan. Kebeningan hati berkaitan erat dengan kesadaran bahwa suatu saat bahan bakar kehidupan kita akan menipis dan akhirnya habis. Kesadaran ini akan menjadi pemacu untuk selalu membersihkan hati dari awan kemaksiatan yang menghalangi cahaya hati. Rasulullah Saw menganjurkan agar sering berziarah supaya hati kita lembut dan bening.
“Anas r.a mengatakan Rasulullah SAW bersabda: “Dulu, aku pernah melarang kalian berziarah ke kuburan. Namun sekarang berziarahlah, karena ia dapat melembutkan hati, mencucurkan air mata, dan mengingatkan akan hari akhirat.” (HR. Hakim)

9 .Menghadiri Majlis Ilmu
Hati itu bagaikan tanaman, ia harus dirawat dan dipupuk. Di antara pupuk hati adalah ilmu. Karena itu, menghadiri majelis ilmu akan menjadi media pensucian hati. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Allah SWT akan menurunkan rahmat, ketenangan dan barokah pada orang-orang yang mau menghadiri majelis ilmu dengan ikhlas.
“Tidak ada kaum yang duduk untuk mengingat Allah, kecuali malaikat akan menghampirinya, meliputinya dengan rahmat dan diturunkan ketenangan kepada mereka, dan Allah akan menyebutnya pada kumpulan (malaikat) yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

10. Berdo’a kepada Allah SWT
Allah SWT berkuasa untuk membolak-balikan hati seseorang. Karena itu sangat logis kalau kita diperintahkan untuk meminta kepada-Nya dijauhkan dari hati yang busuk dan diberi hati yang hidup dan bening. Menurut Ummu Salamah r.a. do’a yang sering dibaca Rasulullah saat meminta kebeningan hati adalah: Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika. Perhatikan riwayat berikut:
“Syahr bin Hausyab r.a. mengatakn bahwa ia pernah bertanya kepada Ummu Salamah, “Wahai ibu orang-orang yang beriman, do’a apa yang selalu diucapkan Rasulullah SAW saat berada disampingmu?” Ia menjawab: “Do’a yang banyak diucapakannya ialah “Ya Muqallibal quulub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika (Wahai yang membolak balik qalbu, tetapkanlah qalbuku pada agama-Mu).” Ummu Salamah melanjutkan, “aku pernah bertanya juga, “Wahai Rasulullah,alangkah seringnya engkau membaca do’a ini, Beliau menjawab: “Wahai Ummu Salamah, tidak ada seorang manusia pun kecuali qalbunya berada antara dua jari Tuhan Yang Maha Rahman. Maka siapa saja yang Dia kehendaki, Dia luruskan, dan siapa yang Dia kehendaki, Dia biarkan dalam kesesatan.”(HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Selain do’a diatas, Ibnu Abbas r.a. menceritakan bahwa ketika menginap di rumah Rasulullah Saw, ia pernah mendengar beliau mengucapkan do’a berikut:
“Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya, di lidahku cahaya, di pendengaranku cahaya, di penglihatanku cahaya. Jadikanlah dibelakangku cahaya, di hadapanku cahaya, dari atasku cahaya, dan dari bawahku cahaya. Ya Alloh berikan kepadaku cahaya.” (HR. Muslim)
Hati merupakan panglima untuk seluruh anggota jasad kita. Kalau hati bening, kelakuan kita pun akan beres. Tapi, kalau hati kita busuk, seluruh amaliah pun busuk. Ada 10 (sepuluh) cara agar kita memiliki hati yang suci seperti yang tersebut di atas. Mudah-mudahan Allah SWT selalu membari kepada kita hati yang bening. Amiin...

Wallahu A’lam bi shawab..

Moga kita dapat membersih hati kita yang sentiasa 'berkata-kata' ini.

Ummi petik dari : https://www.facebook.com/permalink.php?id=198950803533681&story_fbid=256216474473780

Saturday, 13 September 2014

Maksud bacaan dalam solat

Bismillahirahmannirahiim.

Dengan nama ALLAH yang yang maha Pengasih lagi maha Penyayang.

 Marilah kita sama-sama memahami setiap bacaan yang kita baca sewaktu solat untuk peroleh kusyuk dalam solat kerana setiap bacaan kita itu ,sebenarnya 'pengucapan' ALLAH swt. Moga kita dapat hayati dan rasai segala hikmahnya.


Takbiratul-Ihram / Takbir

Allah Maha Besar.


Doa Iftitah

Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah dengan banyaknya. Maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Aku hadapkan wajahku bagi Tuhan yang mencipta langit dan bumi, dengan suasana lurus dan berserah diri dan aku bukan dari golongan orang musyrik. Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidupku, matiku adalah untuk Allah Tuhan sekelian alam. Tidak ada sekutu bagiNya dan kepadaku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagiNya dan aku dari golongan orang Islam.


Al-Fatihah

Dengan nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Mengasihani. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pemurah lagi maha mengasihani. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau kurniakan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan jalan mereka yang sesat.

Bacaan ketika rukuk

Maha Suci TuhanKu Yang Maha Besar dan dengan segala puji-pujiannya.

Bacaan ketika bangun dari rukuk

Allah mendengar pujian orang yang memujinya.

Bacaan ketika iktidal

Wahai Tuhan kami bagi Engkaulah segala pujian.

Bacaan ketika sujud

Maha suci TuhanKu yang Maha Tinggi dan dengan segala puji-pujiannya.

Bacaan ketika duduk di antara dua sujud

Ya Allah, ampunilah dosaku dan rahmatilah daku, lindungilah daku, angkatlah darjatku, rezekikan daku, berilah aku petunjuk, selamatkanlah daku dan maafkanlah akan daku.

Bacaan ketika Tahiyat Awal

Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad.

Bacaan ketika Tahiyat Akhir

Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

Doa Qunut

Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau tunjuki. Sejahterakanlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau sejahterakan. Pimpinlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berkatilah hendaknya untukku apa-pa yang telah Engkau berikan padaku. Jauhkanlah aku daripada segala kejahatan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya hanya Engkau sahajalah yang menetapkan, dan tidak sesiapapun yang berkuasa menetapkan sesuatu selain daripada Engkau. Sesungguhnya tidak terhina orang yang memperolehi pimpinanMu. Dan tidak mulia orang-orang yang Engkau musuhi. Telah memberi berkat Engkau, ya Tuhan kami dan maha tinggi Engkau. Hanya untuk Engkau sahajalah segala macam puji terhadap apa-apa yang telah Engkau tetapkan. Dan aku minta ampun dan bertaubat kepada Engkau. Dan Allah rahmatilah Muhammad, Nabi yang ummi dan sejahtera keatas keluarganya dan sahabatsahabatnya. Salam Sejahtera ke atas kamu berserta rahmat Allah.

Sunday, 7 September 2014

Kelebihan Surah Ar-Rahman



Assalamualaikum warrah matullah hiwabaratuuh.
Bismillahhirahman nirahiim.
Selawat dan salam ke atas Nabi Muhammad s.a.w.

"Semoga hari ini kita menjadi insan yang lebih baik, lebih bertakwa dan lebih bersyukur dari semalam dan esok lebih lagi dari hari ini...Aamiiin."

Hari ini mari kita hayati kelebihan dua Surah penting dalam Al-Quran iaitu Surah Ar-Rahman.

Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Barangsiapa yang membaca surah Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meredhai nikmat yang dikurniakan kepadanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (Sa) berkata:
“Barangsiapa yang membaca Surah Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi Âlâi Rabbikumâ Tukadzdzibân’, Ia Mengucapkan: Lâ Bisyay-In Min Âlâika Rabbî Akdzibu (Tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan). Jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian dia mati, maka matinya seperti matinya orang yang Syahid. Jika membacanya di siang hari kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang Syahid.
(Tsawabul A’mal, Hlm 117)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Jangan tinggalkan membaca surat Ar-Rahman, bangunlah malam bersamanya, surat ini tidak menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhannya bersamanya pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling indah, dan baunya paling harum. Pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang berdiri di hadapan Allah yang lebih dekat dengan-Nya daripadanya. Pada saat itu Allah berfirman padanya: Siapakah orang yang sering bangun malam bersamamu saat di dunia dan tekun membacamu. Ia menjawab: Ya Rabbi, fulan bin fulan, lalu wajah mereka menjadi putih, dan ia berkata kepada mereka: Berilah syafaat orang-orang yang mencintai kalian, kemudian mereka memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalu ia berkata kepada mereka: Masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.”
(Tsawabul A’mal, hlm 117).

Friday, 21 March 2014

Solat Dhuha

Rasullulsh SAW bersabda :
"Sesiapa yang mengerjakan solat Dhuha dengan istikamah, nescaya akan diampunkan dosanya oleh Allah sekalipun dosa itu sembanyak buih di lautan." (Daripada Abu Hurairah r.a.)

Solat Sunat Dhuha boleh dianggap sebagai rasa terima kasih seseorang hamba kepada Allah SWT atas segala berkah hidup yang diberikan-Nya.
Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan solat ini tanpa keuzuran dan umat Islam amat dituntut melakukannya. Abu Hurairah pernah berkata: “Rasulullah SAW berwasiat kepadaku tiga perkara agar jangan ditinggalkan puasa tiga hari tiap bulan, dua raka’at Dhuha dan Witir sebelum tidur.”
Daripada Abu Dzar r.a., Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah masing-masing di antara kamu setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu. Maka tiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, dan setiap takbir adalah sedekah. Menyuruh kebaikan adalah sedekah, mencegah keburukan juga adalah sedekah. Dan sebagai ganti daripada itu semua, cukuplah mengamalkan dua rakaat solat Dhuha.”   (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud)
.
Paling banyak yang dikerjakan oleh Rasulullah ialah lapan rakaat dan paling banyak yang disabdakan oleh baginda ialah 12 rakaat. Paling sedikit yang boleh dikerjakan adalah dua rakaat.
Nabi Muhammad SAW  bersabda: “Wahai anak Adam! Janganlah sekali-kali kamu malas mengerjakan empat rakaat solat Dhuha, maka akan aku cukupkan keperluanmu sehingga waktu petang.”   (HR Al-Hakim dan At-Tabrani)
.
.
.

Waktu Solat Dhuha

Solat sunat Dhuha dilakukan pada waktu matahari sedang naik. Sekira cuacanya berhalangan adalah lebih mudah dengan merujuk kepada takwim waktu solat. Masanya adalah 28 minit selepas Syuruk, iaitu sekiranya waktu Syuruk 7.32 pagi dan ditambah 28 minit, maka masuknya waktu Dhuha bermula jam 8.00 pagi.
Walaupun begitu waktu paling afdal melakukan Solat Sunat Dhuha adalah anggaran matahari naik, tinggi segalah (7 hasta atau 3 meter), lebih kurang dalam pukul 9.30 pagi.
Zaid bin Arqam r.a. berkata: “Nabi SAW keluar menuju tempat Ahli Quba, di kala itu mereka sedang mengerjakan Solat Dhuha. Baginda bersabda“Inilah solat orang-orang yang kembali kepada Allah, iaitu di waktu anak-anak unta telah bangkit kerana kepanasan waktu Dhuha.”  (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi).
.
.

Cara Mengerjakan Solat Dhuha

Solat ini boleh dilakukan sekurang-kurangnya dua rakaat sehinggalah 12 rakaat, tetapi yang paling banyak dikerjakan oleh Rasulullah ialahlapan rakaat.
.
1.  Niatnya:
.

.
2.  Antara surah-surah yang dianjurkan ulama ialah:
.
a.  Solat sunat Dhuha dua rakaat:
i/  Ayat al-Kursi 10 kali dan Al-Ikhlas 10 kali atau;
ii/  As-Syams dan Ad-Dhuha. atau;
iii/  Al-lail dan Al-Insyirah.
.
b.  Solat Dhuha lebih daripada 4 rakaat;
i/  Solat Pertama :   As-Syams dan Ad-Dhuha.
ii/  Solat Seterusnya :   Surah al-Kafirun dan Al-Ikhlas
.
.
3.   Semasa sujud terakhir bacalah sebanyak 40 kali:
.
.
4.   Selepas memberi salam, bertasbihlah 10 kali:
.

.
5.  Berdoa
.

Fadhilat Solat Dhuha

Sebaik-baiknya solat Dhuha ini dikerjakan setiap hari kerana ia mempunyai banyak kelebihan dan fadhilatnya, dimana seseorang itu akan memperolehi keampunan Allah SWT, murah rezeki dan ketenangan jiwa serta kehidupan.
  • Daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW  bersabda: “Sesiapa Yang mengerjakan solat Dhuha dengan istiqamah nescaya akan diampuni dosanya olleh Allah sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.”
  • Rasulullah SAW  bersabda:  “Bahawasanya di syurga ada pintu yang dinamakan ‘Dhuha’. Maka apabila  tiba hari kiamat kelak, berserulah (malaikat) penyeru: “Manakah orang-orang yang telah mengamalkan solat Dhuha; Inilah pintu kamu, silakan masuk ke dalam syurga dengan Rahmat Allah.”   (HR At-Tabrani)
  • Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits lain dari Nuwas bin Sam’an,  “Allah berfirman:“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat raka’at pada permulaan siang (Solat Dhuha), nanti pasti akan Ku cukupkan keperluanmu sampai ke petang harinya.”   (HR. Haklim dan Tabrani).
.

وسلام


Solat Tahajjud

بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Solat Tahajjud adalah solat malam yang dilaksanakan setelah bangun tidur, afdalnya dibuat secara bersendirian waktu selepas tengah malam. Solat sunat ini amat dituntut dan sangat baik dilakukan sebagai ibadah tambahan. Rasulullah SAW dan para sahabat tidak meninggalkan solat ini sepanjang hayat mereka.
Firman Allah SWT.:

17:79
 “Dan pada sebahagian malam hari bersolat Tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadat tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” 
(Surah Isra’; ayat 79)
.
Rasulullah SAW bersabda:  “Kerjakanlah solat malam sebab itu adalah kebiasaan orang solihin sebelum kamu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhanmu, juga sebagai penebus segala amalan buruk, pencegah dari perbuatan dosa dan dapat menghalangi penyakit dari badan.”   (Riwayat Tirmizi dan Ahmad r.a.)

.

Tujuan Solat Tahajjud

.
  1. Sebagai petanda perhambaan kepada Allah SWT.
  2. Mendekatkan seorang hamba dengan Penciptanya
  3. Tanda kesyukuran manusia di atas nikmat kurniaan Allah SWT.
  4. Menguatkan jiwa dan ketaqwaan seseorang kepada Allah SWT.
  5. Mendapatkan ketenangan dalam menghadapi cabaran dan dugaan hidup.
.
.

Cara Mendirikan Solat Tahajjud

.
Solat Tahajjud dilakukan tiada had rakaatnya, mengikut kesanggupan dan kemampuan, dengan setiap dua rakaat satu salam. Jika dirasakan berat memadailah sekadar dua rakaat tetapi dilakukan secara berterusan setiap malam.
Rasulullah SAW telah bersabda,:  “Amalan yang disukai oleh Allah, adalah yang terus menerus (istiqamah) walaupun sedikit.”    (Riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah.)
.
.

1.  Sebelum mengerjakan Solat Tahajjud baca doa berikut :

Doa Sebelum Tahajjud
 .
Tiada Tuhan melainkan Dikau, Maha Suci Dikau! Daku memohon ampun kepada-Mu bagi dosa-dosaku dan daku memohon kepada-Mu akan Rahmat-Mu. Ya Allah! Tambahkanlah padaku ilmu dan janganlah Dikau pesongkan hatiku setelah Dikau berikan petunjuk. Dan berikanlah daku Rahmat-Mu; Sesungguhnya Dikaulah yang melimpahkan rahmat! Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkanku dan kepada-Nyalah tempatku kembali.
.
.

2.  Niat Solat Tahajjud:

(Ushalli sunnatat tahajjudi rak’ataini Lillahi ta’ala)

Daku bersolat Sunat Tahajjud dua rakaat, kerana Allah Ta’ala.
.
.

3.  Bacaan Surah selepas Al-Fatihah:

.
a)
Rakaat pertama:    Ayat Al-Kursi  (7 kali)
Rakaat kedua:    Surah Al-Ikhlas  (11 kali)
Atau;
b)
Rakaat pertama:    Ayat Al-Kaafirun
Rakaat kedua:    Surah Al-Ikhlas
Atau;
c)
 10 Ayat Terakhir, Surah Al-Imran,.
(Rasulullah SAW sering membaca ini pada solat Tahajjud Baginda.)
.
.

4. Selepas membaca tasbih pada sujud kedua dalam rakaat terakhir, bacalah doa berikut 3 kali:

doa sujud akhir tahajud
.
.

5.  Selesai salam solat Tahajud, bacalah doa yang pernah dibaca oleh Rasulullah SAW ini:

.
.

6.  Kemudian sambung baca Doa Solat Sunat Tahajjud berikut:~

Doa Solat Sunat Tahajjud
.
Ya Allah! Bagi-Mu segala puji-pujian. Dikaulah pendiri langit dan bumi dan alam semesta serta segala isinya. Bagi-Mulah segala pujian, Dikau Penguasa langit dan bumi dan alam semesta serta segala isinya. Dan bagi-Mulah segala puji, Pemancar cahaya langit dan bumi dan alam semesta serta segala isinya.
Bagi-Mulah segala pujian, Dikaulah yang benar (Al-haq), janji-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, perjumpaan dengan-Mu adalah benar, syurga itu benar dan neraka adalah benar. Nabi-nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW adalah benar dan adanya hari Kiamat itu benar. 
Ya Allah! Pada-Mulah daku menyerahkan diri, dengan-Mu daku beriman, kepada-Mu daku bertawakal, kepada-Mu daku kembali, dengan-Mu daku menghadapi musuh dan kepada-Mu daku berhukum. Ampunilah dosa kesalahanku yang telah lalu dan yang terkemudian, baik yang daku sembunyikan mahupun yang daku nyatakan, di mana Dikau lebih mengetahuinya. Dikau yang Maha Mendahului dan Maha Mengakhiri. Tiada Tuhan melainkan Dikau! Tiada padaku daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah!
Ya Allah! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari azab neraka.
Selawat Allah ke atas Penghulu kami Nabi Muhammad SAW dan ke atas keluarga serta para sahabat sekeliannya. Segala puji hanyalah untuk Allah; Tuhan Pemelihara seluruh alam.! 
.
.

KELEBIHAN  SOLAT TAHAJJUD

.
    1. Tahajjud adalah solat sunat yang paling afdal.
    2. Doa dimakbulkan Allah.
    3. Memperolehi ketenangan jiwa.
    4. Merasai diri hampir kepada Allah SWT.
    5. Diberikan keistimewaan oleh Allah SWT.
    6. Memperolehi pertolongan dan rahmat Allah.
    7. Menewaskan gangguan dan godaan syaitan.
    8. Mencegah dosa dan menghindari  penyakit.
    9. Menjadi lebih berdisiplin dalam melakukan tugas.
    10. Allah SWT memudahkan menerima ilmu yang dipelajari.
    11. Terkeluar daripada catatan sebagai golongan yang lalai.
    12. Dihormati masyarakat dan dijauhi daripada hasad dengki manusia.
    13. Allah SWT memberikan kemudahan dan rezeki yang berpanjangan.
    14. Orang bersolat Tahajud menjadi kesayangan Allah SWT.
    15. Diberi keistimewaan yang orang lain tidak perolehi.
    16. Mendapat kemuliaan Allah SWT di dunia dan akhirat.
    17. Meninggikan martabat seorang hamba di sisi Allah Azza Wa Jalla.
    18. Memudahkan hisab di akhirat dan melintasi Titian Siratal-Mustaqim.
.
.

Memudahkan Bangun Solat Malam

.
  1. Sebelum masuk tidur, berniat ingin melakukan Solat Tahajjud.
  2. Menjauhkan diri daripada perbuatan maksiat.
  3. Bersederhana makan dan minum pada waktu siang.
  4. Membaca ayat-ayat Al-Quran.
.
Rasulullah SAW bersabda:  “Sesiapa yang hendak tidur dan berniat untuk bangkit bagi mengerjakan Solat Sunat Tahajjud, kemudian tidurnya terlajak sampai ke pagi, maka dicatat niatnya itu sebagai satu pahala, manakala tidurnya pula dikira sebagai kurniaan Allah yang diberikan kepadanya.”   (Riwayat al-Nasa’i dan Ibnu Majah r.a.)
.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَمْ وَرَحْمَةُ اللهُ وَبَرَكَاتُه